Senin, 22 Desember 2014

Berita Utama

9 Maret 2014 adalah Tanggal Istimewa di Langit Indonesia


Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016 tepatnya pukul 08:58:19 WIB. Pada tanggal itu fenomena total solar eclipse yang langka ini dapat disaksikan di sejumlah kota besar di Tanah Air, yaitu: Palembang, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate dan Sofifi.
Kabar ini mengundang para eclipse hunter baik yang berlatar belakang penyuka astronomi, pegiat fotografi, ilmuwan, hingga masyarakat umum  berniat mengunjungi lokasi lintasan gerhana. Tercatat ada beberapa biro perjalanan luar negeri yang sudah menyiapkan paket tur GMT ke Indonesia, diantaranya Astro Trails dan Sky and Telescope.
PT. PELNI juga mengabarkan bahwa setidaknya ada 4 cruises yang sudah mendaftarkan diri melintasi Indonesia pada tanggal tersebut, yaitu: Orion Cruise milik National Geographic, Caledonian Cruise, Coral Princess Cruise dan Peter Deilmaaan Cruise. Daerah yang dipilih menjadi start antara lain Banda Aceh dan Kumai di Kalimantan Tengah, lalu berlayar menuju Selat Makasar hingga ke Pulau Halmahera
"Kami juga menyediakan paket tur GMT untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikannya, ada Kapal KM Lawit (100 pax) yang berlayar ke Bangka Belitung, Kapal KM Dorolonda (300 pax) dan Nyapulu (200 pax) yang berlayar ke Palu, serta Kapal KM Dorolonda (3.000 pax) dan Lambelu (2.000 pax) ke Ternate," jelas Budi Santoso, Senior Manager PELNI Shipping Agencies pada Seminar "Discover Indonesia's Solar Eclipse 2016" di Jakarta, Selasa (16/12).
Sementara itu, PATA Indonesia Chapter (PIC) sebagai bagian dari badan promosi wisata dunia, melihat GMT mampu membantu meningkatkan potensi wisata daerah karena fenomena ini bisa disaksikan. Oleh sebab itu, PIC melalui kerjasama dengan sejumlah pihak seperti Kementerian Pariwisata dan daerah ikut andil dalam mempromosikan GMT.
"Ini adalah kick off PATA Indonesia untuk mengajak pihak-pihak lain untuk aware dengan solar eclipse (GMT), kami mengundang daerah-daerah untuk bisa mempersiapkan ini dan merancang program bersama, mungkin nanti akan ada pemecahan rekor pada saat gerhana berlangsung," kata Poernomo Siswoprasetijo, President PATA Indonesia Chapter.

Cara Menyaksikan Gerhana Matahari Total
Menurut Kepala Observatorium Bosscha, Mahasena Putra, wilayah Timur Indonesia (Provinsi Maluku Utara) memiliki peluang menampakkan GMT paling baik karena ketebalan awan yang rendah dan durasinya yang lama. Kota Ternate akan disinggahi GMT selama 2 menit 35 detik, sedangkan Kota Maba di Kabupaten Halmahera Timur akan disinggahi GMT terlama yaitu selama 3 menit 19 detik. Selanjutnya GMT akan melintas di atas perairan Samudera Pasifik.
Gerhana Matahari merupakan fenomena yang terjadi apabila Matahari tertutup oleh Bulan. Lanjut Mahasena Putra, sebenarnya fenomena seperti ini bisa terjadi 13 kali dalam setahun namun kemungkinan adanya GMT sangat kecil. GMT bisa disaksikan dengan mata telanjang namun pada proses detik-detik piringan Bulan hendak menutupi piringan Matahari, diperlukan filter sepertisolar screen, pinhole atau proyeksi teleskop yang saat ini sudah banyak dijual di Indonesia. Alat-alat tersebut dibutuhkan untuk melindungi mata dari kebutaan.
"Saat tahapan GMT  terjadi Matahari akan mengeluarkan sinar yang sangat silau, sama seperti cahaya lampu mobil atau sumber cahaya lainnya, jika dilihat terus-terusan maka akan merusak mata," kata Mahasena Putra.
GMT juga pernah terjadi di Indonesia pada 11 Juni 1983 dimana ketika itu jaringan televisi nasional TVRI ikut menyiarkan secara langsung peristiwa tersebut. Fenomena ini kembali terjadi pada 24 Oktober 1995 namun cukup singkat dan hanya di pulau kecil di utara Indonesia yakni Kepulauan Sangihe. Mahasena berharap bahwa fenomena GMT 2016 mendatang dapat disiarkan melaluiwebcast yang kini sedang diupayakan oleh badan astronomi Indonesia bersama Menkominfo.
Semangat Kota Palu dalam Mempromosikan GMT
Palu merupakan salah satu kota yang akan disinggahi GMT pada 2016 dan tengah diburu oleh biro-biro perjalanan dari berbagai Negara. Hingga saat ini, tiga hotel besar di Palu sudah penuh dipesan. Wisatawan yang datang diantaranya berasal dari Jepang (55 kamar), Amerika Serikat (250 kamar) dan Inggris (75-100 kamar). Promo tetap digencarkan karena menipisnya ketersediaan kamar akan tertolong oleh tiga hotel baru yang akan diluncurkan pada 2015: Hotel Best Western, Hotel Double R dan Hotel Sultan Raja.
“Titik melihat gerhana rencananya akan dilokasikan di pinggir pantai Teluk Palu yang terletak di tengah-tengah kota dan tak jauh dari kawasan hotel,” jelas Bambang Nugraha, Sekertaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tengah.
Menjelang GMT 2016, Pemerintah Kota Palu juga melakukan berbagai persiapan seperti pembenahan infrastruktur, penambahan kamar, perbaikan transportasi dan keamanan, pelaksanaan pra event melalui karnaval dan festival termasuk Sail Tomini 2015, juga cek dan ricek mengenai GMT di The National Aeronautics and Space Administration (NASA). 
Selain Palu, kota lain di Sulawesi Tengah yang akan dilewati GMT adalah Gumbasa di Kabupaten Sigi. Wakil Walikota Palu,Andi Mulhanan Tombolotutu, mengatakan bahwa  biro-biro perjalanan luar negeri mengemas paket tur GMT ke Gumbasa lengkap dengan wisata bahari.
“Dimulai dari Palu, mereka berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, kemudian menikmati gerhana di Gumbasa, lanjut ke Teluk Tomini untuk diving  dan ke sebuah pulau untuk menyaksikan kelelawar di siang hari,” ungkapnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar